MASA KECIL NABI MUHAMMAD SAW

Pada waktu manusia dalam kegelapan jahiliyah ,lahirlah seorang bayi pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah di Mekkah .Bayi yandilahirkan akan membuat perubahan besar bagi sejarah pereadaban manusia.Bapak bayi tersebut bernama Abdullah bin Abdul Muthalib ,dia meninggal pada saat rasulullah di dalam kandungan ibunya.Ibunya bernama Siti Aminah binti Wahab.Rasulullah dibawa kakeknya ke ka’bah dan diberi nama Muhammad,nama yang belum pernah wujud sebelumnya.

Rasulullah saat bayi disusui oleh Halimah bin Abi-Dhuaib,pada awalnya Halimah tidak mau menyusui Rasulullah, karena Rasulullah anak yatim.Akhirnya Halimah mau membawa Rasulullah.Halimah membawa Rasulullah dengan harapan diberkati oleh Tuhan.Setelah Halimah membawa Rasulullah pulang ,dia selalu ditimpahi keberkahan.

Saat itu saudara persusuan Rasulullah mengajak Rasulullah mengembala kambing.Saudara persusuan Rasulullah terkejut,dia melihat Rasulullah dibawa oleh malaikat yang berupa manusia berpakaian putih yang membawa piring emas yang berisi salju.Malaikat itu membelah dada Rasulullah,mereka membersihkan hati Rasulullah dari sifat buruk.Setelah itu malaikat tersebut menghilang begitu saja. Setelah itu Halimah mengembalikan Rasulullah kepada Siti Aminah, dengan membawa dua unta yang dari Ma’kah semasa mereka datang dulu.

Ketika mereka sampai di Abwa,Siti Aminah jatuh sakit dan meninggal dunia lalu dikuburkan di situ juga. Setelah ibunya meninggal Rasullullah dibawa ke Ma’kah oleh Umu Aiman dengan perasaan sedih. Kini Rasullullah menjadi anak yatim piatu.Tinggallah Rasullullah bersama kakeknya  Abdul Muthalib.

Kebahagian bersama Abdul Muthalib tidak berlangsung lama. Ketika Rasullullah berumur delapan tahun, kakeknya Abdul Muthalib meninggal dunia. Kematian kakeknya suatu kehilangan besar bagi Bani Hashim, dia sangat berpengaruh dikalangan orang Arab. Dia sangat baik sekali disana.

Setelah itu pamannya yang bernama Abu Thalib mengasuh Rasullullah. Dia adalah orang yang memiliki perasaan paling halus dan terhormat di kaum Quraisy. Dia menyayangi Rasullullah seperti anak-anknya sendiri. Dia juga tertarik oleh akhlak Rasullullah yang mulia.

Abu Thalib ini pedagang di Negeri Syam. Setelah mengajak Rasullullah berdagang banyak keberkahan yang dirasakan Abu Tohlib pada saat Rasullullah berunur dua belas tahun. Ketika mereka berdagang di Negeri Syam mereka bertemu Rahib Kristian yang telah dapat melihat tanda-tanda kenabian Rasullullah. Lalu Rahib itu menasehati Abu Thalib agar jangan pergi jauh ke daerah Syam, ditakuti orang-orang Yahudi menyakiti Rasullullah karena mereka tahu tanda-tanda kenabiannya. Abu Thalib mengikuti nasihat rahib itu dan tidak banyak membawa harta dari perjalanan tersebut. Dia pulang segera ke Ma’kah dan mengasuh anak-anaknya yang ramai. Rasullullah juga dianggap sebagaian dari keluarganya.

Rasullullah juga diberi tugas sebagai pengembala kambing. Rasullullah mengambala kambing milik keluarganya dan kambing penduduk Ma’kah. Rasullullah selalu berfikir dan merenung tetang kejadian alam semasa menjalankan tugasnya. Oleh sebab itu Rasullullah terhindar dari segala pemikiran manusia/nafsu manusia duniawi. Rasullullah selalu terihndar dari perbuatan sia-sia, sesuai gelaran yang diberikan yaitu “Al-Amin”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s